Bisnis Hasil Laut di Indonesia

Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis

Bisnis Hasil Laut di Indonesia

DISUSUN OLEH :

NAMA : WEJOTRIHARSENO
NIM ; 15.11.8694              
KELAS : S1-TI03                      


ABSTRAK

Indonesia sebagai Negara agrearis yang memiliki laut yang lebih banyak dari daratan nya pastilah memiliki peluang hasil laut yang lebih banyak, salah satunya penghasil rumput laut. dan perikanan yang cukup potensial untuk pengembangan budidaya, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi sumberdaya ini adalah melalui penerapan paket teknologi spesifik yang sesuai menurut tipe agroekologi setiap wilayah



pengembangan. 
Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu dari tiga komoditas utama program revitalisasi perikanan yang diharapkan berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Teknologi budidaya memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan produksi rumput laut, memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta kebutuhan pasar dalam dan luar negeri, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya serta menjaga kelestarian sumberdaya hayati perairan. Kegiatan budidaya ini sangat memungkinkan untuk dilaksanakan karena ditunjang oleh perairan pantai Indonesia yang tersebar luas dan mempunyai teluk dengan kondisi perairan yang relatif tenang. 



ISI 



Sebagai negara dengan wilayah perairan yang  luas, Indonesia  memiliki kekayaan  hasil laut yang melimpah. Berbagai jenis olahan dan usaha menggunakan  bahan baku hasil laut termasuk diantaranya udang. Namun demikian Udang adalah salah satu bahan pangan yang sangat mudah rusak dan menjadi busuk karena kadar airnya yang tinggi dan kandungan gizinya yang baik jangka waktu lama sehingga memudahkan dalam distribusi dan transportasi serta penjualannya. Ebi atau udang kering biasanya digunakan sebagai penambah cita rasa dalam berbagai masakan.  Ebi ini banyak digunakan dalam rumah tangga ataupun berbagai usaha ataupun industri yang  berkaitan dengan makanan. Oleh karena itu usaha pembuatan ebi ini masih memiliki prospek yang cerah untuk digeluti lebih lanjut.
Ebi harus disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat karena bahan kering tersebut masih dapat menyerap uap air dan menjadi basah kembali. Hal ini dapat berakibat tumbuhnya jasad renik perusak pada ebi tersebut. Wadah yang sering digunakan untuk menyimpan ebi adalah kantong plastik atau wadah kaleng tertutup.
Bahan baku utama : udang segar,untuk pertumbuhan jasad renik pembusuk. Oleh karena itu  dilakukan  upaya pengawetan untuk memperpanjang  masa penyimpanan dengan diolah menjadi berbagai macam  produk Salah satu cara pengawetan udang adalah dengan cara mengeringkannya. Produk yang dihasilkan disebut ebi. Karena bentuknya yang kering dengan kadar air yang rendah, maka ebi dapat disimpan dalam untuk pembuatan ebi ini tidak memerlukan udang  dalam ukuran besar. Cukup dengan udang berukuran kecil sampai sedang sehingga cukup menekan modal yang dibutuhkan karena  harga udang dengan  uTahapan pembuatan ebi cukup mudah dilakukan sehingga jenis usaha ini dapat dilakukan oleh siapapun. Langkah- langkah pembuatannya kuran  kecil  sampai sedang relatif lebih murah.

Referensi
http://tabloidpeluangusaha.com/peluang-bisnis-hasil-laut.htmltabloidpeluangusaha


0 komentar:

Posting Komentar